Selasa, 05 Maret 2024

ARTIFICIL INTELEGENCE (IA)

IA

ARTIFICIL INTELEGENCE



Beberapa waktu lalu dunia diramaikan dengan hadirnya kecerdasan buatan ChatGPT yang mampu menjelaskan banyak hal. Robot elektronik berbasis teks ini bahkan bisa menyelesaikan tugas kuliah, menjawab pertanyaan kesehatan, hingga mengecek grammar.

Sebenarnya ChatGPT bukan tools AI atau artificial intelligence yang pertama ! Berbagai perusahaan telah mengadopsi teknologi canggih ini untuk menghadirkan layanan yang mempermudah pekerjaanmu..

Apa itu AI ?

Sebelum menyelam lebih jauh, mari berkenalan dengan artificial intelegence alias AI. Sesuai namanya, AI merupakan program komputer yang dirancang untuk meniru paradigma kecerdasan manusia. Artinya, AI dapat diperintahkan untuk melakukan tugas-tugas tertentu.

Hal ini mungkin saja terjadi karena sebagian besar AI bekerja dengan Machine Learning (ML). Ini artinya teknologi AI belajar dari proses sebelumnya. Ia akan mempelajari data yang sudah ada dan bergerak secara dinamis agar bisa berkembang dari versi sebelumnya, melansir Spice Works.

Sabtu, 24 Februari 2024

Pengembangan Produk Baru

Pengembangan Produk Baru

 

Mengembangkan produk baru itu pekerjaan menyenangkan sekaligus menantang. Tidak ada dua peluncuran produk yang identik, mulai ide awal hingga riset dan pembuatan prototipe. Namun, ada proses umum yang bisa membantu Anda memulai proses pengembangan produk. 

Proses pengembangan produk menjelaskan langkah yang diperlukan untuk melibatkan konsep awal hingga peluncuran pasar final suatu produk. Ini mencakup mengidentifikasi kebutuhan pasar, meriset persaingan, menggagas solusi, mengembangkan peta jalan produk, dan membuat produk standar yang layak (MVP atau minimum viable product).

Dalam beberapa tahun terakhir, proses pengembangan produk telah berkembang dan kini umumnya digunakan dengan membagi setiap langkah menjadi enam fase terpisah. Dengan begitu, proses bisa diatur dengan lebih baik dan hasil akhir individu dibagi menjadi tugas-tugas yang lebih kecil.  

Proses pengembangan produk tidak hanya membantu menyederhanakan peluncuran, tetapi juga mendorong kolaborasi tim utamanya dengan kerja tim dan komunikasi selama proses. 

Semuanya dapat membantu Anda berhasil meluncurkan produk berikutnya. 

1. Pembentukan ide (Ideasi)

Tahap awal proses pengembangan produk dimulai dengan menghasilkan ide produk baru. Tahap ide awal adalah saat melakukan curah pendapat tentang konsep produk berdasarkan kebutuhan pelanggan, harga, dan riset pasar. 

Ada baiknya untuk mempertimbangkan faktor-faktor berikut saat memulai konsep produk baru:

·         Target pasar: Target pasar adalah profil konsumen yang menjadi dasar pembuatan produk Anda. Profil konsumen harus diidentifikasi di awal untuk membuat konsep produk terkait target pasar.  

·         Produk yang ada: Saat memiliki konsep produk baru, ada baiknya mengevaluasi portofolio produk yang ada. Apakah sudah ada produk yang memecahkan masalah serupa? Jika ya, apakah konsep baru tersebut cukup berbeda untuk dijalankan? Menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dapat memastikan keberhasilan konsep yang baru. 

·         Fungsi: Meskipun belum memerlukan laporan terperinci tentang fungsi produk, Anda harus memiliki gambaran umumnya. Pertimbangkan tampilan dan nuansa produk serta alasan seseorang tertarik membelinya.

·         Analisis SWOT :Menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman produk di awal proses dapat membantu membangun versi terbaik dari konsep baru produk Anda. Analisis ini memastikan produk berbeda dari pesaing dan mengatasi kesenjangan pasar. 

·         Metode SCAMPER: Untuk menyempurnakan ide, gunakan metode curah pendapat seperti  scmaper yang melibatkan substitusi, penggabungan, adaptasi, modifikasi, penggunaan lain, eliminasi, atau penataan ulang konsep produk.   

Untuk memvalidasi konsep produk, pertimbangkan untuk mendokumentasikan ide dalam bentuk kasus bisnis. Cara ini memungkinkan semua anggota tim memiliki pemahaman yang jelas tentang fitur produk awal dan tujuan peluncuran produk baru. 

 

Pemborosan Dalam Industri Manufaktur

                                            Pemborosan Dalam Industry



Waste adalah segala sesuatu yang tidak memiliki nilai tambah. Waste tidak hanya berupa material yang terbuang, tetapi juga sumber daya lain secara luas, termasuk waktu, energi, area kerja.

Karena fokus utama dari Lean adalah menghilangkan waste dalam proses, maka sangat penting bagi kita untuk memahami apa saja waste yang dimaksud.

1.       Defects – Produk atau layanan yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan akan menimbulkan pengerjaan ulang atau rework. Aktivitas ini tidak memberikan nilai tambah.

2.      Overproduction –menghasilkan produk melebihi permintaan, ataupun lebih awal dari jadwal.

3.      Waiting – Waste ini termasuk antara lain aktivitas menunggui mesin otomatis, menunggu barang datang, menunggu approval.

4.      Non-Utilized talent – Waste ini juga termasuk penambahan dari 7 waste yang lebih dulu dikenal. Menempatkan orang yang tidak terlibat langsung dalam proses menjadi aktivitas yang tak bernilai tambah.

5.      Transportation – Waste ini terdiri dari pemindahan atau pengangkutan yang tidak diperlukan seperti penempatan sementara, penumpukan kembali, perpindahan barang.

6.      Inventory – Waste ini termasuk Inventory, stok atau persediaan yang berlebihan atau material yang tidak diproses.

7.      Motion – Waktu dan energi yang digunakan karena gerakan yang tidak memberikan nilai tambah, termasuk misalnya mencari, gerakan yang tidak efisien dan tidak ergonomis. Waste motion ini bisa berasal dari manusia atau mesin.

8.     Extra processing – Segala penambahan proses yang tidak diperlukan bagi produk yang hanya akan menambah biaya produksi.


Daftar Pustaka

Wignjosoebroto, S. 2000. Ergonomi, Studi Gerak dan Waktu. Surabaya: Guna Widya.

Santos, J., Wysk, R.A., & Torres, J.M. 2006. Improving Production with Lean Thinking. Ner Jersey: John Willey & Sons.

 

Mengenal Lean Manufacturing

 Mengenal Lean Manufacturing

 


Setelah Perang Dunia II, industri di Jepang terutama industri otomotif mengalami masalah ketersediaan bahan baku, keuangan dan tenaga kerja. Eiji Toyoda dan Taiichi Ohno di Toyota Motor Company Jepang kemudian memperkenalkan konsep Toyota Production System (TPS), yang dalam banyak hal dijadikan sebagai dasar bagi perkembangan konsep ”Lean Manufacturing”.

Toyota mengembangkan TPS setelah Perang Dunia II, dengan kondisi bisnis yang sangat berbeda dibandingkan dengan Ford dan General Motor (GM). Sementara Ford dan GM lebih mengutamakan produksi masal, skala ekonomis, dan peralatan-peralatan besar untuk memproduksi suku cadang sebanyak dan semurah mungkin, pasar Toyota pasca perang Jepang sangatlah terbatas. Toyota juga memproduksi berbagai jenis kendaraan pada assembly line yang sama, untuk memuaskan pelanggannya. Kemudian, kunci dari operasi mereka adalah fleksibilitas. Hal inilah yang membantu Toyota membuat penemuan penting: ketika Anda memperpendek lead time dan berfokus untuk menjaga lini produksi fleksibel, Anda akan memperoleh kualitas yang lebih baik, tanggapan pelanggan yang lebih baik, produktivitas lebih baik, dan penggunaan peralatan dan ruangan yang lebih baik. Sementara produksi masal tradisional Ford terlihat bagus ketika Anda menghitung biaya per piece pada mesin individu, apa yang diinginkan pelanggan lebih bervariasi dibanding cost-effectively yang pabrikan tradisional tawarkan. Fokus Toyota di tahun 1940 dan 1950-an adalah pengurangan waste time dan material dari setiap langkah pada proses produksi dari bahan mentah hingga barang jadi, ditujukan untuk mendapatkan kondisi yang sama di kebanyakan perusahaan saat ini, yaitu: kebutuhan akan kecepatan, kefleksibelan proses untuk memberikan apa yang diinginkan pelanggan, pada saat mereka memerlukan, pada kualitas terbaik dan harga yang terjangkau.

Fokus pada aliran terus berjalan hingga menjadi dasar bagi keberhasilan Toyota  pada abad ke-21. Perusahaan seperti Dell juga menjadi terkenal dalam menggunakan lead time yang pendek, pergantian inventory yang tinggi, dan kecepatan pembayaran untuk kecepatan pengembangan perusahaan, meskipun Dell baru memulai untuk menjadi perusahaan lean yang mutakhir, sedangkan Toyota telah mengembangkannya selama beberapa dekade dengan semangat belajar dan bekerja keras.

Sayangnya, kebanyakan perusahaan tetap menggunakan teknik produksi masal yang dipakai oleh Henry Ford tahun 1920-an, ketika fleksibilitas dan keinginan pelanggan belum begitu penting. Produksi masal berfokus pada efisiensi dari proses individu kembali ke Frederick Taylor dan manajemen ilmiahnya pada awal abad ke-20. Sebagai kreator TPS, taylor telah mencoba mengeliminasi waste dari proses produksi. Dia mengamati para pekerja dan mencoba mengurangi setiap detik dari gerakan tak efisien. Para pemikir masalah produksi masal telah lama memahami bahwa downtime mesin merupakan waste yang tidak memberikan nilai tambah, mesin dimatikan untuk diperbaiki tidaklah memproduksi barang yang menghasilkan uang.

Sistem dorong yang dipraktekkan dalam sistem produksi masal Ford didesain untuk memproduksi dalam kuantitas besar dari jumlah model yang terbatas. Itulah mengapa, semua Model T asli hanya berwarna hitam. Sebaliknya dalam sistem tarik, Toyota ingin mengeluarkan sedikit produk dengan model yang berbeda-beda menggunakan line asembli yang sama.

Dalam Lean Thinking, James Womack dan Daniel Jones mendefinisikan lean manufacturing sebagai proses lima langkah, yaitu: mendefinisikan nilai bagi pelanggan, mendefinisikan value stream, membuatnya “mengalir”, “ditarik”oleh pelanggan, dan berusaha keras untuk mencapai yang terbaik. Untuk menjadi perusahaan yg lean diperlukan cara berpikir yang berfokus pembuatan aliran produksi melalui proses-proses yang menambah nilai tanpa interupsi (one-piece flow), sistem tarik yang dijabarkan dari permintaan pelanggan, dan budaya dimana setiap orang berusaha untuk melakukan perbaikan secara terus-menerus.

Ide dasar dari konseplean adalah mengurangi ”waste”. Waste didefinisikan sebagai sesuatu yang tidak menambah nilai bagi produk akhir, dilihat dari perspektif pelanggan. Tujuan utama dari lean manufacturing adalah untuk membantu pengusaha yang memiliki keinginan untuk mengembangkan perusahaan mereka agar lebih kompetitif melalui implementasi alat dan teknik lean manufacturing yang berbeda. Keberhasilan konsep lean manufacturing di Jepang segera diikuti oleh perusahaan lain terutama di USA dengan mengadopsi konsep tersebut (Abdullah, 2003).

Sebagian besar bisnis di USA mencoba mengadopsi berbagai inisiatif bisnis agar dapat bertahan dalam pasar yang semakin kompetitif. Lean manufacturing merupakan salah satu inisiatif yang berfokus pada pengurangan biaya dengan mengurangi aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah. Beberapa tools yang dipakai dalam konsep ini adalah just in time, cellular manufacturing, total productive maintenance, single-minute exchange of dies, dan production smoothing telah digunakan secara luas pada sektor-sektor yang berlainan seperti otomotif, elektronika dan peralatan manufaktur.

Sebelum dikenalnya konsep lean, ketika perusahaan ingin meningkatkan laba, maka dia akan menaikkan harga dan menggenjot volume penjualan. Strategi tersebut lebih dikenal dengan sebutan push system. Namun di saat pertumbuhan ekonomi yang rendah, persaingan yang ketat serta tantangan globalisasi yang semakin meningkat, strategi tersebut tak lagi dapat digunakan. Kompetisi menyebabkan harga ditentukan oleh pasar karena semakin banyaknya supply. Konsumen menjadi memiliki banyak alternatif pilihan.

Lean adalah salah satu teknik yang telah terbukti memberikan dampak yang signifikan di banyak perusahaan di dunia. Konsep yang awalnya muncul di Jepang ini telah menjadikan banyak perusahaan mencapai profit yang tinggi bukan dengan tingginya harga dan volume penjualan, tapi dengan proses yang efisien dan berbiaya rendah, serta perbaikan yang terus menerus.Lean merupakan teknik yang senantiasa berupaya untuk menghilangkan pemborosan (muda elimination) dengan melibatkan seluruh karyawan di dalam perusahaan. Pemborosan di sini diartikan sebagai semua aktivitas yang menggunakan sumberdaya, namun tidak memberikan nilai tambah.

Product lead time adalah waktu selama bahan baku diolah menjadi barang jadi. Selama product lead time, terjadi proses pengolahan bahanbaku menjadi barang jadi. Selama proses tersebut, ada dua jenis waktu, yaitu Value Added Time dan Non-Value Added Time. Value Added Time hanyalah persentase kecil dari Product lead time tersebut, sehingga Lean memfokuskan pada bagaimana menghilangkan waste yang berupa non value-added time.

Pemahaman teknik-teknik pengurangan pemborosan (waste) dalam sistem produksi inilah yang menjadi latar belakang mengapa diklat ini perlu dilaksanakan bagi aparat pemerintah khususnya pejabat fungsional penyuluh industri, agar memiliki bekal pengetahuan dalam sistem produksi khususnya dalam upaya peningkatan efisiensi sehingga bisa memberikan bimbingan dan penyuluhan yang bermanfaat bagi industri kecil khususnya dalam upaya untuk meningkatkan daya saing, supaya IKM dapat membuat produk dengan kualitas tinggi namun dengan harga yang terjangkau sehingga dapat bersaing dengan produk-produk dari luar negeri yang membanjir.

Leandidefinisikan sebagai berikut, “All we are doing is looking at the time line from the moment the customer gives us an order to the point when we collect the cash. And we are reducing that time line by removing the non-value-added wastes. (Ohno, 1988)

APICS Dictionary mendefinisikan Lean sebagai suatu filosofi bisnis yang berlandaskan pada (Fitriyah, 2012):

  1. Meminimasi penggunaan sumber-sumber daya (termasuk waktu) dalam berbagai aktivitas perusahaan,
  2. Upaya perbaikan dan peningkatan terus-menerus yang berfokus pada identifikasi dan eliminasi aktivitas-aktivitas tidak bernilai tambah (non-value-adding activities)dalam desain, produksi (untuk   bidang manufaktur) atau operasi (untuk bidang jasa), supply chain management, yang berkaitan langsung dengan pelangga

Tujuan utama perusahaan menerapkan lean manufacturing adalah untuk mendapatkan pengurangan biaya operasi dan meningkatkan kinerja manufaktur lainnya, melalui :

  1. Mengeliminasi pemborosan
  2. Untuk membuat pekerjaan lebih mudah untuk dimengerti, untuk dilakukan dan untuk diatur
  3. Mengeliminasi, mengurangi, menyederhanakan atau mengabungkan aktivitas-aktivitas yang tidak bernilai tambah (non-value-added activities)

 

Jadi, Lean Manufacturing merupakan sistem produksi yang senantiasa mengupayakan penekanan pemborosan (Muda elimination) dengan melibatkan seluruh karyawan di dalam perusahaan. Pemborosan di sini diartikan sebagai segala sesuatu yang tidak memberikan nilai tambah (non added value).

Sistem produksi yang lean adalah sistem produksi yang mengutamakan penggunaan sumber daya yang efisien. Sumber daya disini adalah material, orang, peralatan, uang dan tempat untuk mencapai penurunan biaya produksi dengan tetap mengdepankan kualitas dan tuntutan konsumen.

Dengan menerapkan Lean Manufacturing, akan tercipta sistem produksi yang mampu beradaptasi secara cepat terhadap perubahan kebutuhan pelanggan, tetapi pada saat yang sama sistem produksinya ramping, artinya persediaannya rendah. Terdapat berbagai teknik yang dapat digunakan untuk membantu mengidentifikasi pemborosan dan menerapkan lean dalam upaya penekanan pemborosan dan menghasilkan produk dengan tepat dengan kualitas sesuai dengan yang dipersyaratkan . Teknik-teknik tersebut diantaranya sistem tarik, kanban, work cell, 5S, dan TPM. Dalam menerapkan teknik-teknik disesuikan dengan kondisi perusahaan.

Sebagai hasil akhir dari penerapan Lean Manufacturing diharapkan proses produksi dapat menghasilkan produk terbaik bagi konsumen, baik dari sisi kualitas maupun harga yang kompetitif.


Daftar Pustaka

Jing GG. 2008. Digging for the Root Cause. ASQ Six Sigma Forum Magazine 7 (3) : 19 – 24. 

Latino RJ, Kenneth CL. 2006. Root Cause Analysis : Improving Performance for Bottom – Line Results. Florida : CRC Press. 

Liker, Jeffrey K. 2004. The Toyota Way. America : Mc.Grawhill. 

Liker, Jeffrey K. dan Michael Hoseus. 2009. Toyota Culture. America : McGrawHill.

 

Rabu, 04 Januari 2017

PERAWATAN MESIN CNC MILLING & TURNING

Cara Perawatan Mesin CNC Milling dan Turning



Cara perawatan mesin cnc turning:
Untuk menjaga agar mesin cnc turning tidak cepat rusak diperlukan perawatan dan pengoperasian yang benar dan seksama. prosedur perawatan mesin cnc turning ini adalah:
  • mesin bubut tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung
  • Dalam pelaksanaan perawatan mesin bubut seperti pengantian oli pelumasan mesin dan pemberian grease,diharuskan memakai oli yang dipersyaratkan oleh pabrik pembuat mesin
  • Setelah selesai mengoperasikan mesin bubut,bersihkan bagian-bagian mesin dari beram-beram hasil pemotongan dan cairan pendingin.
  • Untuk pemasangan benda kerja pada poros utama,tidak diperkenakan memukul benda kerja secara keras dengan mengunakan palu/hammer
  • Jaga dan perhatikan secara seksama selama pengoperasian mesin bubut ,jangan sampai beram-beram yang halus dank eras terutama beram besi tulang jatuh ke meja mesin dan terbawa oleh eretan.
  • Setelah selesai mengoperasikan mesin,atur semua handel-handel pada posisi netral dan mematikan sumber tenaga mesin bubut
Perawatan khusus
Perawatan khusus mesin bubut dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah dibuat, berdasarkan pengalaman dan buku petunjuk perawatan yang diberikan oleh pabrik pembuat mesin.
Motor utama (motor pembangkit)
Ada dua kerusakan yang biasa terjadi pada motor pembangkit yaitu:

  1. Motor tidak mampubekerja
    Ada 7 kemungkinan yang menyebabkan motor pembangkit tidak mau bekerja:
    • Tegangan dari sumber tenaga yang masuk kemotor pembangkit rendah,sehingga tidak sanggup membangkitkan motor pembangkit
    • Arus yang masuk ke motor pembangkit beda phasanya, maka diperlukan pengikuran arus yang masuk satu phasa atau tiga phasa sesuai dengan motor pembangkit.
    • Sekring pada circuit breaker putus/terbakar,apabila terjadi hal yang demikian,maka gantilah sekring tersebut dengan yang baru dan spesifikasi yang sama.
    •  Tidak sempurnanya kontak-kontak pada switch atau saklar.
    • Coil pada saklar terbakar
    •  Tidak terjadi hubungan pada kontak limit switch
    • Rem motor tidak berfungsi secara baik
  2. Motor cepat panas
    Ada dua penyebab yang mengakibatkan motor penggerak menjadi cepat panas yaitu :
    • Perbedaan tegangan
    • Periksa tegangan listrik yang masuk
    • Beban motor yang berlebihan
Dengan adanya beban yang berlebihan dari yang ditentukan akan dapat menimbulkan panas berlebihan pada yang berlebihan pada motor pengerak,untuk itu perlu diatur kembali beban agar sesuai dengan yang telah ditentukan
Kepala tetap
Pada mesin bubut adalah memegang kunci utama pada keberhasilan pekerjaan mengunakan mesin bubut. Kerusakan yang umum terjadii pada kepala tetap mesin bubut di antaranya adalah:

  •     Putaran poros utama tersendat-sendat
  •     Putaran poros utama terlalu berat
  •     Suhu atau temperature pada kepala lepas terlalu tinggi
  •     Terjadinya suara yang bising pada kepala lepas
  •     Tidak senter
Eretan
Kesalahan atau kerusakan yang sering timbul pada eretan adalah sebagai berikut:
  • Eretan sangat berat meluncur pada mesin bubut.penyelesaianya lakukan pemeriksaan baut-baut penyetel kerapatan eretan,apabila terlalu kuat longarkan baut-baut tersebut.
  • Hasil pekerjaan tidak rata.hal ini terjedi karene adanya ganguan pada pinion gear.usaha mengetasinya ialah dengan memperbaki gigi pinion atau menganti gigi pinion yang baru
  • Pemakanan pada benda kerjs tidak rata pada waktu langkah otomatis atau penyayatan otomatis.hal ini disebabkan oleh tidak senternya poros trasportir.
  • Terlalu berat pada waktu pemotongan menyilang.kemungkinan ini disebabkan terlalu kuatnya pengikat baut untuk pemotongan menyilang.
  • Tidak rata permukaan penyayatan menyilang (facing).hal ini kemungkinan di sebabkan tidak tepatnya penyetelan baut-baut pengikat poros utuk pemakanan.
  • Teralalu keras gerakan toolpost.hal ini disebabkan oleh gangguan pemasangan pasak.
  • Kedudukan toolpost kurang teliti sehingga pemakanan kurang baik.
  • Pompa pada apron sangat sulit dioprasikan.hal ini disebabkan minyak pelumas yang sudsh kotor.lakukan pembersian atau pengantian minyak pelumas serta membersihkan pipa-pipa salurannya.
Kepala lepas
Kepala lepas mudah bergetar atau tidak setabil selsms pelaksanan pembubutan. Jika hal ini terjadi kemungkinan ialah kurang kuatnya pengikat baut pengikat kepala lepas dengan meja atau rangka mesin.
Cara perawatan mesin cnc milling:
2. Perawatan mesin
Bab ini sangat penting untuk dipahami. Pelajari terlebih dahulu cara merawat mesin dengan benar, baru kemudian belajar cara pengoperasiannya. Bagian-bagian yang harus dirawat antara lain : Kebersihan bodi mesin, Pelumas ball screw meja, pelumas untuk silinder udara pada spindle (apabila ada), saringan udara pada  dinding panel belakang, dan lain-lain.
2.1 Pelumas ball screw
Beberapa mesin menggunakan oli sebagai pelumas, pelumas ini biasanya ditampung dalam tabung plastik yang ditempatkan di bagian belakang mesin. Tabung ini dilengkapi dengan sensor yang terhubung dengan mesin yang akan memberikan peringatan apabila jumlah oli sudah tidak mencukupi. Jumlah oli pelumas ini harus di periksa setiap hari dan ditambah apabila perlu . Jenis oli yang bisa digunakan antara lain Vactra Oil no 2, ESSO K68, Shell T68. Beberapa perusahaan menggunakan oli Hidrolik no 32, namun hal ini tidak dianjurkan. Satu hal yang juga sangat penting dilakukan terkait dengan pelumas ball screw ini adalah kepastian terdistribusikannya pelumas ini secara merata ke tempat-tempat yang seharusnya. Pelumas ini di distribusikan dari tabung belakang menuju meja mesin melalui pipa kecil dengan bantuan pompa. Apabila ada measalah dengan sistem distribusi, maka meja aka bergerak tanpa pelumas, akibatnya dalam waktu singkat ball screw akan rusak (aus, terbakar, dll), bearing akan hancur, dan biaya yang dikeluarkan untuk memperbaikinya akan sangat mahal. Pastikan bahwa pelumas terdistribusi dengan benar dengan cara membuka tutup meja secara periodik dan memeriksa apakah pelumas terdistribusi dengan benar. Lakukan pemeriksaan ini sebulan sekali. Gejala awal dari kerusakan ball screw atau bearing dapat dideteksi dari bunyi kasar yang dikeluarkan meja ketika meja digerakkan. Lakukan segera pemeriksaan apabila ini terjadi.
Ball Screw                                                 Tabung pelumas
2.2 Pelumas Guide way slider
Mesin Milling CNC memiliki 4 buah Guide way slider, yaitu perangkat yang menyangga semua beban berat meja, dan membawa meja bergerak ke sumbu  dan Y. Guide way ini bertanggung jawab atas akurasi pergerakkan meja dan kemulusan gerakannya. Hubungan antara guide way, rel landasan dan meja mesin adalah mutlak sliding fit, tidak diperkenankan adanya kelonggaran sedikitpun. Apabila itu terjadi, maka akurasi pergerakan akan melenceng jauh, dan bearing serta ball screw akan cepat rusak. Untuk menjaga konsistensinya, pergerakan guide way ini juga harus selalu dibantu oleh pelumas. Kebanyakan mesin menyatukan pelumas ini dengan pelumas pada ball screw. Tetapi ada beberapa mesin yang memisahkannya. Untuk tipe mesin ini Anda harus memeriksa distribusi pelumasan juga secara terpisah.
Guide Way Slider
3.3 Pelumas untuk Silinder udara bertekanan pada proses ATC (Auto Tool Change)
Pada proses ganti tool secara otomatis, mesin menggunakan pneumatic cylinder yang dibantu udara bertekanan (angin) sebagai tenaganya. Udara bertekanan itu mendorong poros yang ada didalam Cylinder yang pada gilirannya akan mendorong tuas pada magasin untuk mengeluarkan tool. Untuk cylinder inipun dibutuhkan pelumas yang harus selalu kita periksa kecukupannya. Pelumas ini biasanya diletakkan pada tabung plastik kecil yang diletakkan di depan cylindernya. Meskipun pelumas untuk cylinder ini sangat awet, bisa bertahan sampai bertahun-tahun tanpa harus ditambah, tetapi pemeriksaan secara periodik tetap harus dilakukan untuk mengantisipasi kebocoran. Jenis pelumas untuk cylinder ini bisa menggunakan oli hidrolik no.32, oli yang sama yang biasa digunakan pada mesin jahit.
Pelumas ATC Pneumatic Cylinder
3.4 Saringan udara panel belakang mesin.
Pada bagian belakang mesin terdapat panel tempat menyimpan perangkat keras mesin tersebut. Panel tersebut berisi kartu pengatur (untuk spindle, motor servoamplifier),  relay dan lain-lain. Pada saat mesin dihidupkan, hal ini akan meningkatkan suhu pada ruangan dalam, oleh karena itu pada pintu panel belakang biasanya dipasang satu exhaustfan yang menarik udara luar ke dalam ruangan panel selama mesin di hidupkan. Pada pintu fan ini di pasang filter mat untuk menyaring debu yang ikut tertarik, dan filter ini akan cepat sekali kotor tertutup debu (tergantung dari lingkungan ruangan mesin ditempatkan). Apabila filter ini tersumbat debu, fan akan gagal mendinginkan ruangan panel, dan akibatnya hardware dalam ruangan panel akan mengalami overheat dan mengalami kerusakan. Bersihkan filter fan pada pintu ruangan panel belakang SETIAP HARI.
Saringan udara panel masin
3.5 Tangki Coolant
Setiap mesin memiliki tangki khusus untuk penampungan coolant (pendingin) dengan kapasitas yang berbeda-beda, berkisar antara 200 hingga 700-an liter air, tergantung dari ukuran mesin. Alur yang terjadi pada proses pendinginan benda kerja oleh coolant adalah sebagai berikut : coolant pada tangki ditarik oleh pompa menuju inlet yang terpasang pada (biasanya blok spindle mesin) melalui selang fleksible. Inlet akan mengeluarkan coolant ke arah benda kerja atau tool (tergantung arah yang dinginkan operator) dengan kapasitas semburan yang bisa di atur. Coolant tersebut kemudian akan mengalir kembali ke dalam tangki coolant yang berada di bagian bawah mesin. Pada saat coolant kembali mengalir ke tangki penampungan, chip yang halus akan ikut terbawa masuk karena ukurannya yang kecil sehingga bisa masuk ke celah yang kecil dan berbobot cukup ringan sehingga mudah terbawa arus coolant. Tumpukan chip halus pada tangki coolant dalam jumlah banyak akan mengakibatkan tersumbatnya saluran keluar dari tangki menuju selang, dan akibatnya coolant tidak akan keluar dari inlet. Permesinan pada material logam HARUS SELALU MENGGUNAKAN COOLANT. Bersihkan tangki secara periodik (2 minggu sekali atau sebulan sekali, tergantung dari produktifitas mesin dan jenis material yang digunakan).
Tanki Coolant
Selain perawatan rutin komponen di atas, kebersihan bodi mesin secara keseluruhan harus dijaga SETIAP HARI KERJA tanpa kecuali.
3. Tombol pada panel control
Panel kontrol adalah pusat pemerintahan dari mesin CNC. Dari panel kontrol inilah semua perintah pergerakan mesin dikeluarkan. Setiap Setter mutlak harus memahami semua fungsi dari panel kontrol.

DAFTAR PUSTAKA 
Ansori, Nachrul dan M. Imron Mustajib. 2013. Sistem Perawatan Terpadu. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Sutalaksana, Iftikar Z. dkk. 1979. Teknik Tata Cara Kerja : Edisi Kedua. Bandung : Institute Teknologi Bandung.
Max, A. 2014. Enhancement of Teaching Design of CNC Milling Machine. Procedia.