Selasa, 05 Maret 2024

Rekomendasi Tools AI (ARTIFICIAL INTELLIGENCE)

                                                    Rekomendasi Tools AI  

artificial intelligence



Sebuah studi yang dilakukan oleh O'Reilly bahkan menyebutkan, lebih dari 47 persen perusahaan telah menyematkan AI pada proses bisnisnya. Contoh pemanfaatannya yakni AI digunakan dalam pengumpulan, analisa, hingga penyajian sistem informasi sesuai data dan kebiasaan pelanggan guna meningkatkan penjualan. 

Tak hanya perusahaan besar, AI juga disediakan oleh perusahaan untuk bisa kamu gunakan. Seperti ChatGPT, semua tools AI ini memberikanmu pengalaman baru tentang kreatifitas dan kecanggihan teknologi.

1. Salesforce Einstein

Saesforce Einstein merupakan platform AI yang bekerja dengan menyortir data pelanggan. Tujuannya, untuk memperoleh dan menyampaikan pola kebiasaan pengguna.

Menggunakan data yang dimiliki Salesforce, Einstein, tokoh dalam tools-nya, menyelidiki dan memberikan pengetahuan seputar pelanggan pada perusahaan. Dengan begitu, perusahaan dapat mengoptimalkan pilihan tindakan ke depannya. 

2. GFP-GAN

GFP-GAN stands for Generative Facial Prior-Generative Adversarial Network. Alat ini merupakan AI gratis yang bisa membantumu memperbaiki foto lama alias restorasi gambar secara instan. Foto lama dan pudar akan di-retouch sehingga menghasilkan gambar lebih tajam

Dikembangkan oleh Tencent, tools ini bekerja dengan mengambil informasi dari dua model AI dan menggabungkannya untuk mengisi detail foto yang hilang. GFP-GAN membantumu mengembalikan memori lama menjadi lebih nyata. 

3. Notion.ai

Kamu mungkin mengenal Notion sebagai tools catatan dan produktivitas. Di luar itu, Notion juga menghadirkan AI yang bisa kamu manfaatkannya untuk membuat copywriting. Alat ini memberikanmu hasil berkualitas yang diklaim bebas plagiarisme. 

Cara menggunakannya cukup beritahukan si AI tentang apa yang ingin dibuat. Misalnya, untuk unggahan media sosial atau blog, hingga siaran pers. Selanjutnya, AI akan membuatkannya (bahkan puisi) dengan topik apapun.

4. Copy.ai

Masih sama seperti sebelumnya, Copy.ai juga sebuah teknologi kecerdasan buatan yang membantumu membuat berbagai bentuk copywriting. Baik deskripsi produk, teks iklan, hingga naskah konten video. 

Meski dibuat oleh robot, hasil dari Copy.ai dianggap unik dan cukup mudah dimengerti. Cara menggunakannya pun tidak sulit, cukup buat akun dan masukkan deskripsi yang kamu inginkan. Cocok buatmu yang gemar membuat konten.

5. Quillbot

Punya tugas membuat esai dan tidak yakin dengan hasil tulisanmu? Well, manfaatkan Quillbot agar bekerja untukmu. Quillbot merupakan AI pengoreksi, membuat parafrase, dan memperbaiki tulisan. Alat ini juga dapat memeriksa tata bahasa, lho!

Khawatir tentang plagiarisme? No worry, Quillbot membuat tulisan dan ringkasan yang diklaim bebas jiplak. Cocok banget buat kamu yang sering membuat uraian.  

6. DALL·E 2

DALL·E 2 merupakan saudara satu perusahaan dengan ChatGPT. AI ini juga dikembangkan oleh OpenAI. Fungsinya yakni menciptakan gambar realistis dan artistik dari deskripsi yang kamu buat.

Katakanlah, kamu mengetik "anjing berwarna putih dengan pita merah", nah, si AI akan memunculkannya buat kamu. DALL·E 2 menggabungkan atribut, konsep, dan gaya untuk membuat gambar digital. Keren, kan?

7. Lumen5

Jika DALL·E 2 membuat gambar, maka Lumen5 merupakan tools AI (artificial intelligence) untuk membuat video online dan gratis. Lumen5 menyediakan berbagai template dan format yang bisa kamu gunakan untuk membuat konten. 

Lumen5 bekerja dengan menghasilkan urutan video berdasar gambar dan transkrip yang kamu impor. Selain itu, AI ini menawarkan rangkaian gambar dan klip video ekslusif untuk dimasukkan ke footage buatanmu.

8. Lalal.ai

Setelah gambar dan video, juga tersedia AI untuk mengolah audio saja. Lalal.io merupakan AI daring gratis yang menghilangkan vokal, memisahkan audio dalam musik, dan ekstraksi batang audio yang tepat. 

Dengan bantuan alat ini, kamu bisa menghapus instrumen drum, bass, piano, instrumental, dan gitar akustik, serta menyintesis treknya. Tenang, AI ini menghasilkan kualitas audio yang sama dengan sound aslinya. 

9. Beautiful.ai

Jika kamu harus membuat deck presentasi kreatif setiap waktu, andalkan Beautiful.ai. Sesuai namanya, alat ini akan menghasilkan slides presentasi yang ciamik dalam hitungan menit. Kamu hanya perlu memasukkan konten dan pesan yang ingin disampaikan.

Selebihnya, Beautiful.ai akan menggunakan pustaka template dan tata letak yang mereka miliki. Kamu pun tetap bisa memasukkan unsur seni hasil desain Photoshop atau Sketch, dan perpustakaan font Typekit. 

10. SurferSEO

Mengelola website bisa sangat menantang, tetapi akan jauh lebih mudah jika kamu memanfaatkan tools AI yang canggih di bidangnya. Salah satunya seperti SurferSEO ini.

SurferSEO menyediakan serangkaian fitur SEO lengkap yang cocok untuk marketing. Tools ini memberikan paket all in one dalam satu web. Termasuk fitur audit situs, keyword research, analisis pesaing, analisis backlink, optimasi, dan masih banyak lainnya. 

Akrab dengan tools AI (Artificial Intelligence) di atas ?

Jika belum, coba sesekali manfaatkan untuk membantu menyelesaikan tugas kuliah hingga pekerjaanmu. 





Chat GPT

                                        Apa itu Chat GPT


Adanya perkembangan di industri yang semakin canggih, Open AI berbasis Machine Learning mengembangkan sebuah terobosan dan kini sedang hangat dibicarakan yaitu Chat GPT. Hmm apa itu Chat GPT ? Sedikit berbeda dengan Chatbot pada umumnya, Chat GPT adalah Chatbot berbasis Machine Learning digunakan untuk membantu menghasilkan ide konten, esai, bahkan menyelesaikan pertanyaan matematika.

Diluncurkan pada November 2022 lalu, platform ini telah memantapkan posisinya di berbagai perusahaan industri teknologi dan internet. Lantas, apa yang dimaksud dari dan keunggulan Chat GPT ? Bagaimana cara menggunakannya ? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini !

Apa itu Chat GPT ?

Chat GPT (Generative Pre-training Transformer) adalah kecerdasan buatan yang cara kerjanya memakai format percakapan. Teknis sederhananya adalah seperti kita bertanya dengan guru di kelas, tetapi di Chat GPT kamu bertanya kepada AI dan secara otomatis memperoleh jawaban dalam waktu singkat. 

Chat GPT secara otomatis akan men-generate jawaban dari pertanyaan kamu sesuai dengan database yang dimiliki. 

Chat GPT merupakan produk dari perusahaan AI non profit bernama Open AI yang didirikan pada tahun 2015. Open AI diinisiasi oleh Elon Musk dan sejumlah tokoh terkenal di Silicon Valley, San Francisco, California seperti Reid Hoffman dan Sam Altman. Produk semacam chatbot diklaim bisa melakukan berbagai macam tugas dalam waktu singkat.

Tugas-tugas yang ditanyakan kepada Chat GPT umumnya seputar pekerjaan (misalnya membuat rumus excel, kode-kode coding, adan lainnya), pendidikan (membuat soal matematika dan jawabannya, membuat makalah/paper, dan lainnya) dan juga hal-hal yang receh (misalnya membuat jokes).

Kelebihan Chat GPT

1. Kecepatan dalam memberikan jawaban dan sifatnya sangat responsif.

2. Jawaban yang disajikan cukup menggunakan bahasa yang mudah dipahami, lho!

Kekurangan Chat GPT

1. Karena input yang dilakukan sebelumnya oleh manusia, sehingga jawaban yang ada hanya berlandaskan hal tersebut. Jadi, kredibilitas dan keabsahan jawabannya tidak bisa kamu jadikan landasan sepenuhnya, ya !

2. Saat ini kamu masih terbatas mencari informasi di Chat GPT ini karena adanya keterbatasan kueri yang dimasukkan. Kamu hanya bisa mencari informasi maksimal tahun 2021.

3. Sifat alamiah robot, yakni untuk beberapa perntanyaan kadan kurang kontekstual seperti seperti yang kita inginkan. Hasilnya adalah jawaban yang sangat umum dan bahkan tidak menjawab yang kita cari atau butuhkan.

Manfaat Chat GPT

1. Penyedia informasi

Fungsi utama dari Chat GPT adalah pemberi informasi. Yaps, dengan mengajukan pertanyaan tentang topik yang diinginkan menggunakan kata-kata kunci yang kemudian akan menjadi “prompts” atau perintah. Sayangnya, untuk saat ini, Chat GPT hanya mampu merekam informasi hingga maksimal tahun 2021, sehingga kamu belum bisa memperoleh informasi terbaru selain di kurun waktu tersebut.

2. Pemberi saran

Selain memberikan informasi, Chat GPT juga mampu menjadi tempat pemberi saran yang baik. Yaps, sederhananya jika kamu ingin pergi dan bingung ingin memakai outfit apa, Chat GPT bisa memberikan saran tentang outfit tertentu, tempat makan yang disesuaikan dengan keinginanmu (murah, lokasi, tema), sampai rekomendasi film terbaru.

  1. Meningkatkan produktivitas

Tugas-tugas kamu dapat diselesaikan dengan cepat dengan Chat GPT. Hal ini akan mendorong kamu menjadi lebih produktif. Beberapa tugasmu dapat lebih mudah selesai dengan dibantu Chat GPT. Namun, perlu diingat, kelemahan Chat GPT ada di keakuratan datanya. Sehingga, kamu harus memeriksa kembali jawaban yang diberikan. 

Cara Pakai Chat GPT

Cara menggunakan Chat GPT sangatlah mudah. Jika kamu belum tahu dan ingin mencobanya, kalian bisa mengikuti langkah-langkah di bawah ini:

  1. Buka browser dan ketik situs Open AI. 
  2. Kemudian, klik ‘Sign Up’ dan silahkan aktivasi akun pribadimu (Registrasi ini dapat dilakukan dengan Email, Google Account atau Microsoft Account).
  3. Setelah itu, masukkan nomor pribadimu yang sedang aktif, karena nanti akan ada kode verifikasi yang dikirimkan. 
  4. Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan, tunggu beberapa saat, dan kamu akan langsung dialihkan ke dashboard Chat GPT
  5. Terakhir, kamu tinggal memasukkan pertanyaan yang diinginkan dan tunggu sampai Chat GPT selesai men-generate pertanyaan kamu. 

ARTIFICIL INTELEGENCE (IA)

IA

ARTIFICIL INTELEGENCE



Beberapa waktu lalu dunia diramaikan dengan hadirnya kecerdasan buatan ChatGPT yang mampu menjelaskan banyak hal. Robot elektronik berbasis teks ini bahkan bisa menyelesaikan tugas kuliah, menjawab pertanyaan kesehatan, hingga mengecek grammar.

Sebenarnya ChatGPT bukan tools AI atau artificial intelligence yang pertama ! Berbagai perusahaan telah mengadopsi teknologi canggih ini untuk menghadirkan layanan yang mempermudah pekerjaanmu..

Apa itu AI ?

Sebelum menyelam lebih jauh, mari berkenalan dengan artificial intelegence alias AI. Sesuai namanya, AI merupakan program komputer yang dirancang untuk meniru paradigma kecerdasan manusia. Artinya, AI dapat diperintahkan untuk melakukan tugas-tugas tertentu.

Hal ini mungkin saja terjadi karena sebagian besar AI bekerja dengan Machine Learning (ML). Ini artinya teknologi AI belajar dari proses sebelumnya. Ia akan mempelajari data yang sudah ada dan bergerak secara dinamis agar bisa berkembang dari versi sebelumnya, melansir Spice Works.

Sabtu, 24 Februari 2024

Pengembangan Produk Baru

Pengembangan Produk Baru

 

Mengembangkan produk baru itu pekerjaan menyenangkan sekaligus menantang. Tidak ada dua peluncuran produk yang identik, mulai ide awal hingga riset dan pembuatan prototipe. Namun, ada proses umum yang bisa membantu Anda memulai proses pengembangan produk. 

Proses pengembangan produk menjelaskan langkah yang diperlukan untuk melibatkan konsep awal hingga peluncuran pasar final suatu produk. Ini mencakup mengidentifikasi kebutuhan pasar, meriset persaingan, menggagas solusi, mengembangkan peta jalan produk, dan membuat produk standar yang layak (MVP atau minimum viable product).

Dalam beberapa tahun terakhir, proses pengembangan produk telah berkembang dan kini umumnya digunakan dengan membagi setiap langkah menjadi enam fase terpisah. Dengan begitu, proses bisa diatur dengan lebih baik dan hasil akhir individu dibagi menjadi tugas-tugas yang lebih kecil.  

Proses pengembangan produk tidak hanya membantu menyederhanakan peluncuran, tetapi juga mendorong kolaborasi tim utamanya dengan kerja tim dan komunikasi selama proses. 

Semuanya dapat membantu Anda berhasil meluncurkan produk berikutnya. 

1. Pembentukan ide (Ideasi)

Tahap awal proses pengembangan produk dimulai dengan menghasilkan ide produk baru. Tahap ide awal adalah saat melakukan curah pendapat tentang konsep produk berdasarkan kebutuhan pelanggan, harga, dan riset pasar. 

Ada baiknya untuk mempertimbangkan faktor-faktor berikut saat memulai konsep produk baru:

·         Target pasar: Target pasar adalah profil konsumen yang menjadi dasar pembuatan produk Anda. Profil konsumen harus diidentifikasi di awal untuk membuat konsep produk terkait target pasar.  

·         Produk yang ada: Saat memiliki konsep produk baru, ada baiknya mengevaluasi portofolio produk yang ada. Apakah sudah ada produk yang memecahkan masalah serupa? Jika ya, apakah konsep baru tersebut cukup berbeda untuk dijalankan? Menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dapat memastikan keberhasilan konsep yang baru. 

·         Fungsi: Meskipun belum memerlukan laporan terperinci tentang fungsi produk, Anda harus memiliki gambaran umumnya. Pertimbangkan tampilan dan nuansa produk serta alasan seseorang tertarik membelinya.

·         Analisis SWOT :Menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman produk di awal proses dapat membantu membangun versi terbaik dari konsep baru produk Anda. Analisis ini memastikan produk berbeda dari pesaing dan mengatasi kesenjangan pasar. 

·         Metode SCAMPER: Untuk menyempurnakan ide, gunakan metode curah pendapat seperti  scmaper yang melibatkan substitusi, penggabungan, adaptasi, modifikasi, penggunaan lain, eliminasi, atau penataan ulang konsep produk.   

Untuk memvalidasi konsep produk, pertimbangkan untuk mendokumentasikan ide dalam bentuk kasus bisnis. Cara ini memungkinkan semua anggota tim memiliki pemahaman yang jelas tentang fitur produk awal dan tujuan peluncuran produk baru. 

 

Pemborosan Dalam Industri Manufaktur

                                            Pemborosan Dalam Industry



Waste adalah segala sesuatu yang tidak memiliki nilai tambah. Waste tidak hanya berupa material yang terbuang, tetapi juga sumber daya lain secara luas, termasuk waktu, energi, area kerja.

Karena fokus utama dari Lean adalah menghilangkan waste dalam proses, maka sangat penting bagi kita untuk memahami apa saja waste yang dimaksud.

1.       Defects – Produk atau layanan yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan akan menimbulkan pengerjaan ulang atau rework. Aktivitas ini tidak memberikan nilai tambah.

2.      Overproduction –menghasilkan produk melebihi permintaan, ataupun lebih awal dari jadwal.

3.      Waiting – Waste ini termasuk antara lain aktivitas menunggui mesin otomatis, menunggu barang datang, menunggu approval.

4.      Non-Utilized talent – Waste ini juga termasuk penambahan dari 7 waste yang lebih dulu dikenal. Menempatkan orang yang tidak terlibat langsung dalam proses menjadi aktivitas yang tak bernilai tambah.

5.      Transportation – Waste ini terdiri dari pemindahan atau pengangkutan yang tidak diperlukan seperti penempatan sementara, penumpukan kembali, perpindahan barang.

6.      Inventory – Waste ini termasuk Inventory, stok atau persediaan yang berlebihan atau material yang tidak diproses.

7.      Motion – Waktu dan energi yang digunakan karena gerakan yang tidak memberikan nilai tambah, termasuk misalnya mencari, gerakan yang tidak efisien dan tidak ergonomis. Waste motion ini bisa berasal dari manusia atau mesin.

8.     Extra processing – Segala penambahan proses yang tidak diperlukan bagi produk yang hanya akan menambah biaya produksi.


Daftar Pustaka

Wignjosoebroto, S. 2000. Ergonomi, Studi Gerak dan Waktu. Surabaya: Guna Widya.

Santos, J., Wysk, R.A., & Torres, J.M. 2006. Improving Production with Lean Thinking. Ner Jersey: John Willey & Sons.

 

Mengenal Lean Manufacturing

 Mengenal Lean Manufacturing

 


Setelah Perang Dunia II, industri di Jepang terutama industri otomotif mengalami masalah ketersediaan bahan baku, keuangan dan tenaga kerja. Eiji Toyoda dan Taiichi Ohno di Toyota Motor Company Jepang kemudian memperkenalkan konsep Toyota Production System (TPS), yang dalam banyak hal dijadikan sebagai dasar bagi perkembangan konsep ”Lean Manufacturing”.

Toyota mengembangkan TPS setelah Perang Dunia II, dengan kondisi bisnis yang sangat berbeda dibandingkan dengan Ford dan General Motor (GM). Sementara Ford dan GM lebih mengutamakan produksi masal, skala ekonomis, dan peralatan-peralatan besar untuk memproduksi suku cadang sebanyak dan semurah mungkin, pasar Toyota pasca perang Jepang sangatlah terbatas. Toyota juga memproduksi berbagai jenis kendaraan pada assembly line yang sama, untuk memuaskan pelanggannya. Kemudian, kunci dari operasi mereka adalah fleksibilitas. Hal inilah yang membantu Toyota membuat penemuan penting: ketika Anda memperpendek lead time dan berfokus untuk menjaga lini produksi fleksibel, Anda akan memperoleh kualitas yang lebih baik, tanggapan pelanggan yang lebih baik, produktivitas lebih baik, dan penggunaan peralatan dan ruangan yang lebih baik. Sementara produksi masal tradisional Ford terlihat bagus ketika Anda menghitung biaya per piece pada mesin individu, apa yang diinginkan pelanggan lebih bervariasi dibanding cost-effectively yang pabrikan tradisional tawarkan. Fokus Toyota di tahun 1940 dan 1950-an adalah pengurangan waste time dan material dari setiap langkah pada proses produksi dari bahan mentah hingga barang jadi, ditujukan untuk mendapatkan kondisi yang sama di kebanyakan perusahaan saat ini, yaitu: kebutuhan akan kecepatan, kefleksibelan proses untuk memberikan apa yang diinginkan pelanggan, pada saat mereka memerlukan, pada kualitas terbaik dan harga yang terjangkau.

Fokus pada aliran terus berjalan hingga menjadi dasar bagi keberhasilan Toyota  pada abad ke-21. Perusahaan seperti Dell juga menjadi terkenal dalam menggunakan lead time yang pendek, pergantian inventory yang tinggi, dan kecepatan pembayaran untuk kecepatan pengembangan perusahaan, meskipun Dell baru memulai untuk menjadi perusahaan lean yang mutakhir, sedangkan Toyota telah mengembangkannya selama beberapa dekade dengan semangat belajar dan bekerja keras.

Sayangnya, kebanyakan perusahaan tetap menggunakan teknik produksi masal yang dipakai oleh Henry Ford tahun 1920-an, ketika fleksibilitas dan keinginan pelanggan belum begitu penting. Produksi masal berfokus pada efisiensi dari proses individu kembali ke Frederick Taylor dan manajemen ilmiahnya pada awal abad ke-20. Sebagai kreator TPS, taylor telah mencoba mengeliminasi waste dari proses produksi. Dia mengamati para pekerja dan mencoba mengurangi setiap detik dari gerakan tak efisien. Para pemikir masalah produksi masal telah lama memahami bahwa downtime mesin merupakan waste yang tidak memberikan nilai tambah, mesin dimatikan untuk diperbaiki tidaklah memproduksi barang yang menghasilkan uang.

Sistem dorong yang dipraktekkan dalam sistem produksi masal Ford didesain untuk memproduksi dalam kuantitas besar dari jumlah model yang terbatas. Itulah mengapa, semua Model T asli hanya berwarna hitam. Sebaliknya dalam sistem tarik, Toyota ingin mengeluarkan sedikit produk dengan model yang berbeda-beda menggunakan line asembli yang sama.

Dalam Lean Thinking, James Womack dan Daniel Jones mendefinisikan lean manufacturing sebagai proses lima langkah, yaitu: mendefinisikan nilai bagi pelanggan, mendefinisikan value stream, membuatnya “mengalir”, “ditarik”oleh pelanggan, dan berusaha keras untuk mencapai yang terbaik. Untuk menjadi perusahaan yg lean diperlukan cara berpikir yang berfokus pembuatan aliran produksi melalui proses-proses yang menambah nilai tanpa interupsi (one-piece flow), sistem tarik yang dijabarkan dari permintaan pelanggan, dan budaya dimana setiap orang berusaha untuk melakukan perbaikan secara terus-menerus.

Ide dasar dari konseplean adalah mengurangi ”waste”. Waste didefinisikan sebagai sesuatu yang tidak menambah nilai bagi produk akhir, dilihat dari perspektif pelanggan. Tujuan utama dari lean manufacturing adalah untuk membantu pengusaha yang memiliki keinginan untuk mengembangkan perusahaan mereka agar lebih kompetitif melalui implementasi alat dan teknik lean manufacturing yang berbeda. Keberhasilan konsep lean manufacturing di Jepang segera diikuti oleh perusahaan lain terutama di USA dengan mengadopsi konsep tersebut (Abdullah, 2003).

Sebagian besar bisnis di USA mencoba mengadopsi berbagai inisiatif bisnis agar dapat bertahan dalam pasar yang semakin kompetitif. Lean manufacturing merupakan salah satu inisiatif yang berfokus pada pengurangan biaya dengan mengurangi aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah. Beberapa tools yang dipakai dalam konsep ini adalah just in time, cellular manufacturing, total productive maintenance, single-minute exchange of dies, dan production smoothing telah digunakan secara luas pada sektor-sektor yang berlainan seperti otomotif, elektronika dan peralatan manufaktur.

Sebelum dikenalnya konsep lean, ketika perusahaan ingin meningkatkan laba, maka dia akan menaikkan harga dan menggenjot volume penjualan. Strategi tersebut lebih dikenal dengan sebutan push system. Namun di saat pertumbuhan ekonomi yang rendah, persaingan yang ketat serta tantangan globalisasi yang semakin meningkat, strategi tersebut tak lagi dapat digunakan. Kompetisi menyebabkan harga ditentukan oleh pasar karena semakin banyaknya supply. Konsumen menjadi memiliki banyak alternatif pilihan.

Lean adalah salah satu teknik yang telah terbukti memberikan dampak yang signifikan di banyak perusahaan di dunia. Konsep yang awalnya muncul di Jepang ini telah menjadikan banyak perusahaan mencapai profit yang tinggi bukan dengan tingginya harga dan volume penjualan, tapi dengan proses yang efisien dan berbiaya rendah, serta perbaikan yang terus menerus.Lean merupakan teknik yang senantiasa berupaya untuk menghilangkan pemborosan (muda elimination) dengan melibatkan seluruh karyawan di dalam perusahaan. Pemborosan di sini diartikan sebagai semua aktivitas yang menggunakan sumberdaya, namun tidak memberikan nilai tambah.

Product lead time adalah waktu selama bahan baku diolah menjadi barang jadi. Selama product lead time, terjadi proses pengolahan bahanbaku menjadi barang jadi. Selama proses tersebut, ada dua jenis waktu, yaitu Value Added Time dan Non-Value Added Time. Value Added Time hanyalah persentase kecil dari Product lead time tersebut, sehingga Lean memfokuskan pada bagaimana menghilangkan waste yang berupa non value-added time.

Pemahaman teknik-teknik pengurangan pemborosan (waste) dalam sistem produksi inilah yang menjadi latar belakang mengapa diklat ini perlu dilaksanakan bagi aparat pemerintah khususnya pejabat fungsional penyuluh industri, agar memiliki bekal pengetahuan dalam sistem produksi khususnya dalam upaya peningkatan efisiensi sehingga bisa memberikan bimbingan dan penyuluhan yang bermanfaat bagi industri kecil khususnya dalam upaya untuk meningkatkan daya saing, supaya IKM dapat membuat produk dengan kualitas tinggi namun dengan harga yang terjangkau sehingga dapat bersaing dengan produk-produk dari luar negeri yang membanjir.

Leandidefinisikan sebagai berikut, “All we are doing is looking at the time line from the moment the customer gives us an order to the point when we collect the cash. And we are reducing that time line by removing the non-value-added wastes.” (Ohno, 1988)

APICS Dictionary mendefinisikan Lean sebagai suatu filosofi bisnis yang berlandaskan pada (Fitriyah, 2012):

  1. Meminimasi penggunaan sumber-sumber daya (termasuk waktu) dalam berbagai aktivitas perusahaan,
  2. Upaya perbaikan dan peningkatan terus-menerus yang berfokus pada identifikasi dan eliminasi aktivitas-aktivitas tidak bernilai tambah (non-value-adding activities)dalam desain, produksi (untuk   bidang manufaktur) atau operasi (untuk bidang jasa), supply chain management, yang berkaitan langsung dengan pelangga

Tujuan utama perusahaan menerapkan lean manufacturing adalah untuk mendapatkan pengurangan biaya operasi dan meningkatkan kinerja manufaktur lainnya, melalui :

  1. Mengeliminasi pemborosan
  2. Untuk membuat pekerjaan lebih mudah untuk dimengerti, untuk dilakukan dan untuk diatur
  3. Mengeliminasi, mengurangi, menyederhanakan atau mengabungkan aktivitas-aktivitas yang tidak bernilai tambah (non-value-added activities)

 

Jadi, Lean Manufacturing merupakan sistem produksi yang senantiasa mengupayakan penekanan pemborosan (Muda elimination) dengan melibatkan seluruh karyawan di dalam perusahaan. Pemborosan di sini diartikan sebagai segala sesuatu yang tidak memberikan nilai tambah (non added value).

Sistem produksi yang lean adalah sistem produksi yang mengutamakan penggunaan sumber daya yang efisien. Sumber daya disini adalah material, orang, peralatan, uang dan tempat untuk mencapai penurunan biaya produksi dengan tetap mengdepankan kualitas dan tuntutan konsumen.

Dengan menerapkan Lean Manufacturing, akan tercipta sistem produksi yang mampu beradaptasi secara cepat terhadap perubahan kebutuhan pelanggan, tetapi pada saat yang sama sistem produksinya ramping, artinya persediaannya rendah. Terdapat berbagai teknik yang dapat digunakan untuk membantu mengidentifikasi pemborosan dan menerapkan lean dalam upaya penekanan pemborosan dan menghasilkan produk dengan tepat dengan kualitas sesuai dengan yang dipersyaratkan . Teknik-teknik tersebut diantaranya sistem tarik, kanban, work cell, 5S, dan TPM. Dalam menerapkan teknik-teknik disesuikan dengan kondisi perusahaan.

Sebagai hasil akhir dari penerapan Lean Manufacturing diharapkan proses produksi dapat menghasilkan produk terbaik bagi konsumen, baik dari sisi kualitas maupun harga yang kompetitif.


Daftar Pustaka

Jing GG. 2008. Digging for the Root Cause. ASQ Six Sigma Forum Magazine 7 (3) : 19 – 24. 

Latino RJ, Kenneth CL. 2006. Root Cause Analysis : Improving Performance for Bottom – Line Results. Florida : CRC Press. 

Liker, Jeffrey K. 2004. The Toyota Way. America : Mc.Grawhill. 

Liker, Jeffrey K. dan Michael Hoseus. 2009. Toyota Culture. America : McGrawHill.